Selasa, 31 Januari 2012

postheadericon Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisis terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai.

maupun == Definisi ==

Pengertian dan Fungsi Akuntansi Biaya menurut beberapa pakar
  • Menurut Schaum

Akuntansi biaya adalah suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utama dari Akuntansi Biaya: Melakukan akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan.

  • Menurut Carter dan Usry

Akuntansi biaya adalah penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikkan kualitas dan efisiensi, serta pembuatan keputusan yang bersifat rutin strategis.

Objek biaya

Objek biaya (cost object) atau tujuan biaya (cost objective)[1] adalah sebagai suatu item atau aktivitas yang biayanya diakumulasi dan diukur. Berikut adalah aktivitas atau item-item yang dapat menjadi objek biaya:

  • Produk, Proses
  • Batch dari unit-unit sejenis , Departemen
  • Pesanan pelanggan, Divisi
  • Kontrak, Proyek
  • Lini produk, Tujuan strategis

Akuntansi biaya Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa Akuntansi Emblem-money.svg Konsep dasar Akuntan · Pembukuan · Neraca percobaan · Buku besar · Debit dan kredit · Harga pokok · Pembukuan berpasangan · Standar praktik · Basis kas dan akrual · PABU / IFRS Bidang akuntansi Biaya · Dana · Forensik · Keuangan · Manajemen · Pajak Laporan keuangan Neraca · Laba rugi · Perubahan ekuitas · Arus kas · Catatan Audit Audit keuangan · GAAS · Audit internal · Sarbanes-Oxley · Empat Besar Kotak ini: lihat • bicara • sunting

Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisis terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai.

maupun == Definisi ==

Pengertian dan Fungsi Akuntansi Biaya menurut beberapa pakar

       Menurut Schaum 

Akuntansi biaya adalah suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utama dari Akuntansi Biaya: Melakukan akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan.

       Menurut Carter dan Usry 

Akuntansi biaya adalah penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikkan kualitas dan efisiensi, serta pembuatan keputusan yang bersifat rutin strategis. Daftar isi

[sembunyikan]  
   1 Objek biaya    2 Pendekatan akuntansi biaya    3 Revolusi dalam akuntansi biaya    4 Pengajaran dalam akuntansi biaya    5 Manfaat akuntansi biaya    6 Keterbatasan dalam sistem akuntansi biaya    7 Catatan dan referensi 

[sunting] Objek biaya

Objek biaya (cost object) atau tujuan biaya (cost objective)[1] adalah sebagai suatu item atau aktivitas yang biayanya diakumulasi dan diukur. Berikut adalah aktivitas atau item-item yang dapat menjadi objek biaya:

   Produk, Proses    Batch dari unit-unit sejenis , Departemen    Pesanan pelanggan, Divisi    Kontrak, Proyek    Lini produk, Tujuan strategis 

[sunting] Pendekatan akuntansi biaya

Ada tiga pendekatan yang biasa dilakukan untuk akuntansi biaya, yaitu biaya standar (standard costing), biaya berdasarkan kegiatan (activity-based costing), dan biaya berdasarkan hasil (akuntansi throughput). [sunting] Revolusi dalam akuntansi biaya

Akuntansi biaya telah mengalami perubahan yang dramatis, dimana perkembangan sistem komputer hampir menghapuskan pembukuan secara manual. Akuntansi biaya kini telah menjadi kebutuhan nyata dalam semua organisasi termasuk bank, organisasi profesional, serta lembaga pemerintah. Dewasa ini telah banyak perusahaan yang memasang metode pabrikasi produk, perdagangan produk, atau pemberian jasa dengan bantuan komputer. Adanya teknologi ini telah sangat memberikan dampak terhadap akuntansi biaya.Pengajaran dalam akuntansi biaya

Banyak bahan pelajaran yang diajarkan dalam akuntansi biaya, dimana kesemuanya selalu berkaitan dengan biaya-biaya yang mungkin timbul dalam proses produksi. Pembelajaran yang dilakukan dalam akuntansi biaya antara lain mengenai penentuan harga pokok produk: bersama dan sampingan, harga pokok proses, pembiayaan: biaya variabel dan biaya tetap, biaya overhead pabrik, departementalasi biaya overhead, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja: langsung dan tidak langsung, pengendalian biaya, serta analisis biaya pemasaran. Manfaat akuntansi biaya

Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat bagi manajemen untuk memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Manfaat biaya adalah menyediakan salah satu informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam mengelola perusahaannya, yaitu untuk perencanaan dan pengendalian laba; penentuan harga pokok produk dan jasa; serta bagi pengambilan keputusan oleh manajemen.Keterbatasan dalam sistem akuntansi biaya

Dalam akuntansi biaya juga terdapat beberapa kekurangan yang menyertainya, terutama dalam sistem akuntansi biaya yang telah ketinggalan zaman. Gejala-gejala dari sistem biaya yang ketinggalan zaman diantaranya ialah hasil dari penawaran sulit dijelaskan, harga pesaing nampak lebih rendah sehingga kelihatan tidak masuk akal, produk-produk yang sulit diproduksi menunjukkan laba yang tinggi, manajer operasional berkeinginan menghentikan produk-produk yang kelihatan menguntungkan, marjin laba sulit dijelaskan, pelanggan tidak mengeluh atas biaya naiknya harga, departemen akuntansi menghabiskan banyak waktu hanya untuk memberi data biaya bagi proyek khusus, dan biaya produk berubah karena adanya perubahan peraturan pelaporan. Catatan dan referensi

postheadericon Laporan Keuangan Akuntansi

A. TUJUAN

Berdasar Neraca Lajur dapat disusun laporan keuangan perusahaan. Tujuan dari disusunnya laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan pemakaiannya.

Laporan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.


B. LAPORAN KEUANGAN

Laporan keuangan perusahaan terdiri dari :


  1. Laporan Laba Rugi

    yaitu laporan mengenai pendapatan, beban, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu.


  2. Laporan Perubahan Modal

    yaitu laporan yang menyajikan perubahan modal karena penambahan dan pengurangan dari laba/rugi dan transaksi pemilik.


  3. Neraca

    yaitu laporan yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu perusahaan yang meliputi aktiva, kewajiban dan ekuitas pada suatu saat tertentu.


  4. Laporan Arus Kas

    yaitu laporan yang menggambarkan penerimaan dan pengeluaran kas selama satu periode tertentu. Laporan Arus Kas akan dibahas dalam bab tersendiri.


C. CONTOH

Berdasarkan contoh Neraca Lajur pada BAB VIII dapat disusun laporan keuangan sebagai berikut:



Tn. RAKA

NERACA

Per 31 Desember 2002

AKTIVA

Aktiva Lancar:

Kas

Piutang dagang

Asuransi di bayar dimuka

Piutang Pendapatan


Aktiva Tetap:

Kendaraan 150.000.000

Ak. depr. Kendr 9.000.000


Peralatan



Rp. 356.250.000,-

5.000.000,-

500.000,-

500.000,-





Rp. 141.000.000,-

50.000.000,-

Rp. 553.250.000,-

HUTANG


Hutang Dagang

Hutang gaji

Pendapatan ditrm dimuka



MODAL

Modal Tn. Raka



Rp. 50.000.000,-

2.000.000,-

600.000,-




500.650.000,-




Rp. 553.250.000,-



Latihan 15

Berdasarkan data di bawah ini, susunlah Laporan Rugi Laba untuk PT TAKSAKA periode 1 Januari 2002 sampai dengan 31 Desember 2002.


  1. Beban Perlengkapan kantor …………………………….
  2. Beban iklan ………………………………………………
  3. Beban gaji pegawai ……………………………………
  4. Beban sewa kantor ………………………………………
  5. Beban asuransi …………………………………………
  6. Pendapatan………………………………………………
  7. Beban telepon……………………………………………
  8. Beban listrik dan air ……………………………………
  9. Beban penyusutan mesin………………………………
  10. Beban penyusutan mobil ………………………………
  11. Pendapatan bunga ………………………………………
  12. Beban bunga ……………………………………………

Rp. 75.000,-

Rp. 350.000,-

Rp. 4.000.000,-

Rp. 500.000,-

Rp. 200.000,-

Rp. 7.500.000,-

Rp. 125.000,-

Rp. 100.000,-

Rp. 300.000,-

Rp. 200.000,-

Rp. 250.000,-

Rp. 200.000,-



D. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS/MODAL


Latihan 16

Dengan menggunakan data Laporan Rugi Laba di atas susun Laporan Perubahan Modal PT TAKSAKA per 31 Desember 2002 dengan asumsi Modal 1 Januari 2002 sebesar Rp. 1.200.000,- dan pengambilan oleh pemilik sebesar Rp. 300.000,-.


Latihan 17

Berdasarkan data di bawah ini dan data Laporan Perubahan Modal dalam Latihan 16, susunlah Neraca untuk PT TAKSAKA per tanggal 31 Desember 2000.


Kas ……………………………………………………………

Hutang lancar ………………………………………………

Hutang pajak …………………………………………………

Asuransi dibayar di muka……………………………………

Peralatan ………………………………………………………

Kendaraan ……………………………………………………

Akumulasi penyusutan peralatan …………………………

Piutang …………………………………………………………

Akumulasi penyusutan kendaraan …………………………..

Sewa yang masih harus dibayar ……………………………

Perlengkapan kantor …………………………………………

Rp. 400.000,-

Rp. 350.000,-

Rp. 50.000,-

Rp. 130.000,-

Rp. 1.500.000,-

Rp. 1.200.000,-

Rp. 300.000,-

Rp. 460.000,-

Rp. 200.000,-

Rp. 200.000,-

Rp. 160.000,-

postheadericon Akuntansi

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis". Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.

Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di tiap negara. Contohnya adalah Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA), dan Certified General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan publik yang bersertifikat disebut CPA Indonesia (sebelumnya: BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik).

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis". Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.

Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di tiap negara. Contohnya adalah Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA), dan Certified General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan publik yang bersertifikat disebut CPA Indonesia (sebelumnya: BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik).

Senin, 30 Januari 2012

postheadericon Siklus Accounting (Accounting Cycle)

SIKLUS AKUNTANSI adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu.

Tahapan Siklus Akuntansi :
Transaksi usaha – Pembuatan bukti asli – Pencatatan buku jurnal – Pencatatan ke buku besar & buku tambahan – Neraca lajur penyesuian – Laporan keuangan – jurnal penutup – neraca saldo setelah penutupan.

inspiration_1

postheadericon PERSAMAAN AKUNTANSI


Aktiva = Kewajiban + Modal

Setelah dimasukkan unsur pendapatan dan modal maka menjadi

Aktiva = Kewajiban + Modal + Pendapatan – Beban

Aktiva + Beban = Kewajiban + Modal + Pendapatan

Aktiva

  • Biasa disebut: harta
  • Merupakan:
    • kekayaan yang dimiliki perusahaan
    • sumber daya bagi perusahaan untuk melakukan usaha

Kewajiban

  • Biasa disebut: Hutang
  • Adalah sumber pembelanjaan perusahaan yang berasal dari kreditur

Modal

Merupakan sumber pembelanjaan perusahaan yang berasal dari pemilik

Pendapatan

  • Adalah jumlah yang dibebankan kepada langganan untuk barang dan jasa yang dijual
  • Sebagai kenaikan bruto dalam modal atau diterimanya suatu aktiva dari langganan yang berasal dari barang dan jasa yang dijual

Beban

Adalah penurunan dalam modal pemilik, biasanya melalui pengeluaran uang atau penggunaan aktiva yang terjadi sehubungan dengan usaha untuk memperoleh pendapatan

PERKIRAAN AKUNTANSI

  • Adalah formulir untuk mencatat dan melakukan klasifikasi terhadap persamaan akuntansi menurut sifat-sifatnya sebagai aktiva, kewajiban, modal, beban, dan pendapatan.
  • Berdasarkan bentuk terdiri dari:
    • Sisi sebelah kiri, disebut: Debet (aktiva+beban)
    • Sisi sebelah kanan, disebut: Kredit (kewajiban+modal+pendapatan)
  • Terdapat aturan Debet dan Kredit
  • Artinya: penambahan atau pengurangan yang terjadi dalam perkiraan dapat dinyatakan dalam debet atau kredit.
  • Jumlah penambahan yang dicatat dalam suatu perkiraan biasanya sama atau lebih besar dari jumlah pengurangannya, sehingga saldo normal semua perkiraan adalah positif
  • Terdiri dari:
    • Perkiraan Riil
      • Disebut: Perkiraan Neraca
      • Terdiri dari: Aktiva, Utang, dan Modal
    • Perkiraan Nominal
      • Disebut: Perkiraan Rugi Laba
      • Terdiri dari: Beban dan Pendapatan


SIKLUS AKUNTANSI

  • Merupakan tahapan urutan transaksi dan peristiwa kegiatan akuntansi dari awal sampai akhir periode akuntansi secara tidak terputus.
  • Terdiri dari:
    • Tahap Pencatatan: Dokumen transaksi, Jurnal, Buku besar, dan Neraca saldo
    • Tahap pengiktisaran: Ayat jurnal penyesuaian, Jurnal pembalik, dan Neraca lajur
    • Tahap Pelaporan: Laporan keuangan, Jurnal penutup, dan Neraca saldo setelah penutupan

Dokumen transaksi

  • Merupakan: langkah awal siklus akuntansi
  • dokumen yang berupa transaksi dan peristiwa yang terjadi yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan, misal: bon, kuitansi, formulir, dll.

Jurnal

  • Adalah buku harian untuk mencatat transaksi keuangan menurut urutan tanggal ke dalam kelompok akun debet dan akun kredit.
  • Mengapa diperlukan? Karena dengan jurnal sudah lebih dulu
    • dianalisa apakah itu akan berakibat bertambahnya atau berkurangnya satu atau lebih perkiraan
    • dianalisa jumlah yang harus dicatat kepada satu perkiraan atau lebih
    • dianalisa apakah satu/atau lebih perkiraan di Debet atau Kredit
    • dianalisa bahwa akibatsuatu transaksi jumlah jangka Rupiah yang harus di Debet dengan yang harus di Kredit harus sama
    • dapat dibuatdapat dibuat tanda/reference bahwa suatu jumlah telah diposting ke perkiraan yang sesuai dengan di buku besar. Sesuai dengan nomor perkiraan

Buku Besar

  • Merupakan daftar transakasi secara kronologis yang berupa pengelompokkan masing-masing perkiraan.
  • Proses pengelompokkan akun dari jurnal ke buku besar disebut posting

Neraca Saldo

  • Merupakan pengelompokkan saldo akhir didalam buku besar
  • Fungsi: mengevaluasi adanya kesalahan posting atau penjurnalan melalui ketidaksamaan antara debet dan kredit.

Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP)

  • Memerlukan konsep penandingan yang mendukung pelaporan pendapatan dan beban terkait dalam periode yang sama.
  • Melibatkan sekurang-kurangnya satu perkiraan laba/rugi dan satu perkiraan neraca.
  • Misal: proses biaya menjadi beban

Jurnal Pembalik

Diperlukan untuk menghindari pengakuan pendapatan dan beban berganda karena penyusunan AJP.

Neraca Lajur

  • Merupakan langkah optional untuk membantu penyusunan laporan keuangan.
  • Terdiri dari 10 kolom, yaitu: neraca saldo, ajp, neraca saldo setelah penyesuaian, laporan l/r, neraca; masing-masing terdiri dari sisi debet dan kredit

Laporan Keuangan

Disusun berurutan dari laporan l/r, laporan perubahan modal, neraca, arus kas guna menjelaskan keterkaitan antara laporan keuangan.

Jurnal Penutup

  • Diperlukan untuk menihilkan nilai perkiraan pada kelompok: penghasilan, beban, ikhtisar l/r, dan prive; pada awal periode berikutnya sehingga dapat menggambarkan kinerja perusahaan masing-masing periode.

Neraca Saldo Setelah Penutupan

Berisi perkiraan riil (perkiraan yang dilaporkan neraca) yang tidak dinihilkan.

postheadericon Format Laporan Laba-Rugi (Income Statemen

Dalam “Format Laporan Keuangan Bagian 1” ini saya akan menyajikan contoh format dasar “Laporan Laba-Rugi,” beserta penjelasan-penjelasan yang diperlukan:

Contoh Format Laporan Laba-Rugi

Penjelasan:

“PT. JAK” – Ini adalah nama perusahaan yang dilaporkan

“LAPORAN LABA-RUGI” – Ini adalah nama laporannya, yaitu Laporan-Laba Rugi

“1 – 31 Januari 2012” – Ini adalah periode laporan. Periodisasi laporan keuangan lumrahnya ada 4, sehingga format inipun ada empat macam, yaitu:

(1) Bulanan (monthly), formatnya: seperti pada contoh di atas
(2) Kuartalan (quarterly), fromatnya: “Kuartal I (1 Januari – 31 Maret) 2012”
(3) Semesteran (semi-annually), formatnya: “Semester I (1 Januari – 30 Juni) 2012”
(4) Tahunan (Annually), formatnya: “1 Januari – 31 Desember 2012”

“Pendapatan” – Dalam kelompok ini lah segala macam pendapatan ditampung, yang rinciannya bisa dibuat dibawahnya (dalam contoh ini dari a hingga d).

“Penjualan” – Ini adalah akun yang khusus menampung penjualan, baik itu penjualan barang maupun jasa, sepanjang itu adalah barang/jasa utama yang dijual oleh perusahaan. Bisa dibilang akun “penjualan” adalah sumber pendapatan utama perusahaan.

“Diskon/Potongan” – Ini adalah diskon/potongan yang diberikan kepada pelanggan sehubungan dengan penjualan barang/jasa utama yang dihasilkan oleh perusahaan. Sehingga, akun “diskon” ini bersifat mengurangi penjualan bersih perusahaan. Misal: Penjualan 3 unit monitor @800,000, dalam masa promosi perusahaan mengadakan program “Beli 2 Gratis 1.” Maka ke dalam akun “penjualan” dimasukan 2,400,000 (=3 x 800,000), tetapi 1 barang yang diberikan secara percuma 800,000 bisa dimasukkan ke akun “diskon.” Sehingga penjualan bersih menjadi hanya 1,600,000 (=2,400,000 – 800,000) saja.

“Retur” – Ini akun untuk barang retur/kembali, entah karena cacat atau karena pembelian memang dibatalkan. Sifatnya sama seperti diskon, yaitu mengurangi penjualan bersih.

Catatan: Ada juga perusahaan yang laporan laba-rugi-nya tidak menampilkan diskon maupun retur. Yang disajikan dalam laporan laba-rugi hanya nilai penjualan bersih saja. Jika menggunakan contoh laba-rugi di atas, maka yang tampil hanya “Penjualan = 2,150”, sedangkan akun diskon dan retur tidak ditampilkan. Tetapi pada jurnal harian maupun buku besar (ledger), tetap saja diskon dan retur di jurnal. Hanya saja, untuk diskon dan retur dibuat kebalikan dari jurnal penjualan. Mengapa tetap dijurnal? Karena ‘Harga PokokPenjualan’ dan pengurangan nilai ‘persediaan barang’jadi’ dari barang terdiskon tetap harus diakui. Misalnya dalam kasus penjualan monitor di atas, jurnalnya menjadi:

[Debit]. Piutang Dagang = Rp 2,400,000
[Kredit]. Penjualan = Rp 2,400,000
(Untuk penjualan 3 monitor @800,000)

dan:

[Debit]. Harga Pokok Penjualan = Rp 1,200,000

[Kredit]. Persediaan Barang Jadi = Rp 1,200,000

(Untuk mengakui Harga Pokok Penjualan sekaligus mengurangi persediaan)

Lalu discount dicatat:

[Debit]. Penjualan = Rp 800,000
[Kredit]. Piutang Dagang = Rp 800,000
(Untuk diskon 1 monitor @800,000)

Sehingga, setelah semua transaksi terkumpul, maka buku besar ‘Penjualan” akan nampak sbb:

3 monitor @800,000 = 2,400,000 (Di sisi kredit)
1 monitor @800,000 = (800,000) (Di sisi debit)
Saldo = 1,600,000 (nilai netto penjualan setelah discount)

Demikian juga kalau ada retur, misalnya: 1 monitor dikembalikan, maka dicatat:

[Debit]. Penjualan = Rp 800,000
[Kredit]. Piutang Dagang = Rp 800,000
(Untuk diskon 1 monitor @800,000)

“Pendapatan Lain-Lain” – Akun ini untuk menampung pendapatan-pendapatan yang berasal dari aktivitas yang BUKAN merupakan aktivitas utama perusahaan. Misalnya: hasil menjual aktiva tetap yang sudah ditarik dari opersional perusahaan, mengontrakan salah satu ruangan kantor untuk perusahaan lain, dan lain sebagainya.

Kita lanjut ke akun berikutnya, yaitu “Harga Pokok Penjualan.” Khusus mengenai Harga Pokok Penjualan—yang dalam bahasa inggrisnya disebut ‘Cost of Goods Sold’, pembahasannya sedikit agak panjang dan rumit. Untuk itu saya jadikan sub-topik khusus di bawah ini.

Tetapi jangan khawatir, sepanjang anda cukup sabar, telaten—terutama sekali mau menelaah secara serius, saya yakin anda akan bisa mengikuti tanpa hambatan. Saya akan berusaha untuk menjelaskan sejelas dan segamblang mungkin. Mudah-mudahan waktu yang anda pergunakan untuk membaca di sini tidak akan sia-sia. Lanjut….

Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold)

Yang nampak pada laporan laba-rugi, pada umumnya, hanya “harga pokok penjualan”—ditampilkan dalam satu baris saja. TETAPI, sesungguhnya, harga pokok penjualan terdiri dari beberapa akun yang dikalkulasi secara terpisah. Sehingga, laporan laba-rugi disertai dengan satu lampiran yang disebut dengan “Rincian Perhitungan Harga Pokok Penjualan” yang item-itemnya bervariasi antara satu jenis perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Sebagai contoh, saya sajikan format “Rincian Perhitungan Harga Pokok Penjualan” untuk perusahaan MANUFAKTUR saja. Dengan penjelasan yang akan saya berikan, mudah-mudahan anda bisa membuat rincian perhitungan harga pokok penjualan untuk jenis usaha lainnya.

Berikut adalah contoh “Rincian Perhitungan Harga Pokok Penjualan” yang saya maksudkan:

Contoh Format Perhitungan Harga Pokok Produksi Dan Harga Pokok Penjualan

Penjelasan:

Seperti terlihat dalam contoh di atas, “Rincian Perhitungan Harga Pokok Penjualan” terdiri dari 2 komponen utama, yaitu: (I) Harga Pokok Produksi (Manufacturing Cost) ; dan (II) Persediaan Barang Jadi. Kita bahas satu-per-satu:

I. Harga Pokok Produksi (‘Cost of Goods Manufactured‘ bisa juga disebut ‘Manufacturing Cost’) – Komponen ini hanya ada pada laporan laba rugi perusahaan manufaktur. Setiap cost dan biaya yang timbul akibat proses produksi (proses mengolah ‘bahan baku’ dan ‘barang dalam proses’ menjadi ‘barang jadi’) ditampung di dalam akun-akun komponen ini, itu sebabnya mengapa disebut dengan “Harga Pokok Produksi.” Komponen harga pokok produksi dibagi lagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu:

  • Persediaan Bahan Baku – Nilai yang ditampilkan (1700 dalam contoh ini) adalah total bahan baku yang digunakan dalam periode pelaporan. Dengan kata lain, total penggunaan bahan baku adalah total bahan baku yang dioleh menjadi barang dalam proses (setengah jadi). Mengenai perhitungannya bisa dilihat dalam contoh (saldo awal persediaan ditambah pembelian lalu dikurangi saldo akhir).
  • Persediaan Barang Dalam Proses (Work-in-Process yang sering disingkat dengan “WIP”) – Nilai yang ditampilkan dalam WIP (4000 dalam contoh ini) adalah total barang setengah jadi yang digunakan dalam periode pelaporan (1-31 januari 2012 dalam hal ini) beserta ‘Biaya Tenaga Kerja Langsung’ yang dipergunakan dalam proses pengolahan. Perhitungannya bisa dilihat di dalam contoh: ‘Persediaan awal’ ditambah ‘Mutasi dari bahan baku ke WIP’ ditambah ‘Biaya Tenaga Kerja Langsung’, lalu dikurangi Saldo akhir.
  • Overhead – Setahu saya, overhead ini yang paling sering menimbulkan kebingungan: “pengeluaran atau biaya apa saja yang masuk ke dalam kelompok overhead?” Silahkan lihat di dalam contoh. Logika dasarnya: Aktivitas mengolah ‘bahan baku’ menjadi ‘barang dalam proses’, lalu mengolah ‘barang dalam proses’ menjadi ‘barang jadi’, tidak bisa dihindari PASTI menimbulkan cost (beban). Nah beban inilah yang disebut dengan “overhead”. Terdiri dari cost apa saja? Bisa berbeda antara suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Apa yang saya tampilkan di dalam contoh di atas hanya dasar, pada prakteknya mungkin anda perlu tambahkan atau kurangkan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Yang jelas semua biaya produksi selain bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung, masuk kelompok overhead. Catatan: Dalam perusahaan jasa, cost yang timbul karena aktivitas untuk menghasilkan jasa yang dijual juga masuk kelompok overhead.

Sehingga secara kesuluruhan, “Harga Pokok Produksi” (cost of goods manufactured) adalah cost atau beban yang timbul akibat adanya aktivitas produksi, yang dalam contoh ini senilai 6700.

II. Persediaan Barang Jadi – Dari penjelasan di atas, jika sungguh-sungguh mengikuti, saya yakin anda sudah bisa menemukan jawaban mengapa komponen ‘Persediaan Barang Jadi’ dipisahkan dari komponen ‘Harga Pokok Produksi’, yaitu: oleh karena ‘persediaan barang jadi’ sudah tidak memerlukan proses produksi (manufacturing) lagi. Disebut persediaan barang jadi, karena barangnya sudah jadi dan siap untuk dijual. Nila yang ditampilkan dalam komponen Persediaan barang jadi (7200 dalam contoh ini) adalah total nilai barang jadi yang siap untuk dijual, sehingga disebut “Total Barang Tersedia Untuk Dijual“. Perhitungannya bisa dilihat dalam contoh: ‘Persediaan Awal’ ditambah ‘Mutasi Dari WIP ke Barang Jadi’ (setelah ditambahkan overhead).

Harga Pokok Penjualan baru bisa diketahui setelah barang terjual. Berapa harga pokok barang yang terjual? Nilai ‘Total Barang Tersedia Untuk Dijual (7200)’ dikurangi ‘Saldo Akhir’ (50), yang hasilnya menunjukan angka 7150. Itulah total “Harga Pokok Penjualan“.

Catatan: Yang sangat penting untuk dipahami disini adalah, bagaimana ketiga kelompok (bahan baku, barang dalam proses dan overhead) tersebut saling terkait antara yang satu dengan lainnya. Misalnya: Bagimana bahan baku dimutasikan ke barang dalam proses (work in process/WIP)? Bagimana WIP bersama-sama dengan Overhead dimutasikan ke ‘Persediaan Barang Jadi? Dan seterusnya. Dalam contoh saya sudah sertakan tanda panah berwarna biru yang menunjukan alur tersebut. Memahami hal ini, bisa menjawab berbagai ganjalan pertanyaan yang mungkin timbul di wilayah ini.

Sampai pada titik ini, pertanyaan yang sering muncul: Bagaimana “Rincian Harga Pokok Penjualan” jika perusahaan saya bukan manufaktur? Bisa kasih contohnya tidak?

Jika anda sudah memahami apa itu penggunaan bahan baku, apa itu penggunaan barang dalam proses, apa itu overhead, dan mengapa timbul overhead—sehingga secara keseluruhan anda memahami apa itu harga pokok produksi, apa itu penggunaan persediaan barang jadi dan bagiamana harga pokok penjualan terbentuk, saya yakin anda tidak memerlukan contoh lagi.

Sebagai panduan dasar, anda bisa menggunakan check list berikut ini:

  • Apakah ada penjualan barang jadi? JIKA TIDAK SAMASEKALI, berarti perusahaan anda murni perusahaan jasa, sehingga dalam “Rincian Perhitungan Harga Pokok Penjualan”-nya hanya ada overhead—yang timbul dari aktivitas menghasilkan jasa yang diserahkan (di jual). JIKA IYA, lanjut ke check list berikutnya
  • Apakah barang jadi yang dijual adalah hasil pembelian dari perusahaan lain? JIKA TIDAK, berarti perusahaan anda adalah perusahaan manufaktur, sehingga “Rincian Perhitungan Harga Pokok Penjualan”-nya sama seperti contoh yang saya tampilkan (hanya perlu disesuaikan dengan kebutuhan). JIKA IYA, lanjut ke checklist berikutnya.
  • Apakah barang jadi yang dibeli harus melalui proses tertentu lagi, sebelum dijual? JIKA IYA, berarti perusahaan anda semi-manufaktur, sehingga “Rincian Perhitungan Harga Pokok Penjualan”-nya tidak berisi kelompok “Bahan Baku”, anda bisa menggunakan contoh di atas, tinggal hilangkan kelompok ‘Persediaan Bahan Baku’ dan beberapa penyesuaian di kelompok ‘Overhead’. JIKA TIDAK SAMASEKALI, berarti perusahaan anda adalah murni perusahaan dagang, sehingga “Rincian Perhitungan Harga Pokok Penjualannya” hanya berisi kelompok ‘Persediaan Barang Jadi’ dan ‘Overhead’ saja.

Catatan: Mengenai penilaian persediaan (inventory valuation) untuk menentukan harga pokok penjualan (apakah memakai metode LIFO, FIFO, Weighted Average, Dollar Value, Lower Market Value, dll), akan saya bahas secara terpisah di kesempatan lain.

Biaya-Biaya

Tak banyak yang perlu saya jelaskan di wilayah ini, masing-masing akun biaya sudah self-explanatory. Yang jelas, dalam setiap perusahaan—apapun jenis usahanya, pasti timbul biaya-biaya, hanya saja jenisnya mungkin bervariasi.

Dalam akuntansi biaya (cost accounting) kelompok biaya-biaya ini sering disebut dengan istilah “fixed cost.” Bukan berarti nilainya tetap dari waktu-ke-waktu, disebut fixed karena “Biaya-Biaya” ini adalah biaya rutin yang besar-kecilnya tidak dipengaruhi oleh volume aktivitas produksi (dalam perusahaan manufaktur), tidak dipengaruhi volume aktivitas jual-beli barang (dalam perusahaan dagang), tidak dipengaruhi oleh volume aktivitas sehubungan dengan proses pembentukan jasa yang diserahkan (dalam perusahaan jasa.)

“Di tempat kerja saya, macam biayanya banyak, mengapa dalam contoh anda sangat sedikit?”; atau

“Ditempat kerja saya, semua biaya penyusutan dijadikan satu, mengapa dalam contoh anda dipisah-pisah?”

Pada kenyataannya, anda BISA membuat akun biaya SEBANYAK atau SESEDIKIT yang anda inginkan (lebih tepatnya yang anda butuhkan)—bebas-bebas saja, karena memang TIDAK ada aturan baku untuk hal itu.

Misalnya:

PT. ABC mungkin memasukan pembelian tissue untuk kamar mandi kantor, kertas untuk mesin photo copy, isi staples, clip papers, dan yang sejenisnya ke dalam akun “Office Supplies” saja. Nah, jika anda mau akunnya lebih banyak lagi, anda bisa membuat akun yang berbeda-beda untuk masing-masing pengeluaran tersebut (misal: ‘Biaya Tissue Paper’, ‘Biaya Kertas Photo Copy’, ‘Biaya Isi Staples’ dan seterusnya).

Sebaliknya, anda juga bisa membuat akun biaya sesedikit mungkin. Misalnya: Akun ‘Biaya Stationary, Biaya Listrik dan Biaya Telepon menjadi satu akun saja, mungkin disebut akun “Biaya Kantor”. Tak masalah. Sekalilagi, TIDAK ADA aturan baku untuk hal itu.

Hal yang penting untuk dipertimbangkan adalah untung-rugi-nya bagi perusahaan dan anda sendiri sebagai orang yang menjalankan tugas tersebut sehari-hari:

  • Di satu sisi, semakin banyak akun biaya yang anda buat, makin detail laporan yang akan anda hasilkan sehingga mendekati kondisi realnya, dan pengendalian biaya menjadi semakin efektif—karena semua pengeluaran bisa anda pantau sampai ke hal yang paling kecil. Demikian sebaliknya.
  • Di sisi lainnya, semakin banyak akun biaya yang anda buat, kemungkinannya untuk menjadi tidak konsisten semakin tinggi—anda akan sering menemukan biaya-biaya yang sulit untuk dikelompokan ke dalam akun-aku yang spesifik. Disamping itu, dalam proses tutup buku, akan semakin banyak pula akun yang harus anda periksa (review), rekonsiliasi, lalu anda tutup satu-persatu.

Saya menyebut fenomena ini dengan “account paradox”. Di sini anda harus mempertimbangkan matang-matang sejauh mana kemanfaatan yang timbul antara pilihan ‘menjadi detail’ atau ‘general.’ Setiap pilihan yang anda ambil sudah pasti ada risikonya. Tinggal pintar-pintar menentukan titik trade-off yang paling optimum bagi perusahaan dan anda.

Secara keseluruhan, Format Laporan Laba-Rugi terdiri dari:

  • Pendapatan – Harga Pokok Penjualan = Laba Kotor
  • Laba Kotor – Biaya-biaya = Laba/Rugi Bersih Sebelum Pajak
Selasa, 27 Desember 2011

SIAP KULIAH SIAP GAGAL !!!!


Orang selalu berfikir, KITA HARUS SIAP KULIAH ! kemudian menyiapkan segalanya untuk kuliah seperti buku-buku tebal, bimbingan belajar, dan semacamnya. Pernahkan anda berfikir, untuk mempersiapkan diri jika kita gagal ? bukan berarti, kita takut atau negative thinking. Karena sebenarnya dalam setiap melakukan suatu hal kita akan bertemu resiko yang dimana hanya memberikan dua jalan, yakni Menang dan Gagal. Orang selalu berfikir untuk mendapatkan Menang ! haha...


Tema yang diusung pada blog saya kali ini adalah, AKU INGIN KULIAH ! namun sebenarnya, bukan aku ingin kuliah, melainkan AKU WAJIB KULIAH ! haha Buat, Jadikan Kuliah yang kamu akan kamu jalani sebagai sebuah kewajiban yang harus dilakukan. Dengan meyakinkan dirimu bahwa Kuliah merupakan Kewajiban, maka akan timbul motivasi yang lebih besar, kamu akan merasakan bahwa Kuliah bukan untuk main-main, melainkan kewajiban yang dimana akan kita petik sendiri hasilnya, yaitu Hak. Tanamkan pada dirimu,...

Kebanyakan orang bilang, Kuliah merupakan perkara yang mudah. Asal kita dapat melalui UM, kita akan sukses di Universitas. Sebenarnya, tidak semudah itu juga kuliah. Buktinya, banyak orang yang menganggur beberapa tahun, menunggu tahun berikutnya untuk kuliah karena gagal di awal kuliah. Dan tidak sedikit pula Mahasiswa yang tertahan kelulusannya karena tidak melaksanakan kuliah dengan baik. Kebanyakan Mahasiswa berfikir, kuliah merupakan jenjang pendidikan...
Senin, 19 Desember 2011

KATA-KATA MUTIARA CINTA TERINDAH

kata mutiara cinta

Saat disisimu aku merasa hidup. Saat kau pergi aku merasa sunyi. Ku ingin kau selamanya disisiku... sayang.

Jika aku harus memilih untuk bernapas atau mencintaimu, maka akan ku gunakan napas terakhirku untuk mengatakan "aku mencintaimu"

Teman bisa membuatmu tertawa, sahabat bisa membuatmu bergembira, namun yang tulus mencintailah yang mampu membuatmu hidup.

Dua jiwa, dua hati berpadu bersama, dalam bahtera terindah bernama cinta.

Cintaku padamu adalah Air, yang selalu mengalir, dan tidak berpaling, yang selalu mengalir, dan tidak berubah, yang selalu mengalir, dan tidak berakhir...

Cinta adalah kerinduan untuk dipahami oleh seseorang yang benar-benar tulus untuk peduli. Ketika seseorang dimengerti, ia akan mampu bertahan terhadap apa pun di dunia ini.

Cinta adalah penderitaan terindah yang paling dicari manusia.

Malamku menjadi fajar yang indah karenamu...

Cinta adalah hal terbaik dan paling indah di dunia, tidak dapat dilihat atau bahkan disentuh. Cinta harus dirasakan dengan hati..

Kadangkala, saat kau dekat, aku kehilangan semua kata-kataku. Dan saat itulah aku berharap, mataku berbicara tentang perasaanku padamu.

Cinta mampu menghangatkan hati yang dingin, seperti matahari yang mencairkan gunung salju.

Jika mencintaimu hanyalah mimpi bagiku, maka biarkan aku tertidur selamanya.

Cinta adalah seberkas cahaya terang dalam kegelapan malam.

Cintaku padamu seperti Simponi terindah

Saat aku berada di padang pasir kehidupan, aku berharap cintamulah yang akan sejukkan jiwaku.

Jika pelukan mewakili betapa aku mencintaimu, maka aku akan memelukmu erat selamanya.

Cinta adalah misteri yang sulit dimengerti. Cinta adalah kebahagiaan yang terpancar dalam diri, meski terkadang cinta juga membawa rasa sakit.

Yang kuharap malam ini hanya tentangmu. Yang kuinginkan saat ini hanya damaimu.
Yang kupinta detik ini hanya bahagiamu. Met tidur, sayang....

Pagi yang tercerah adalah ketika bersamamu, malam yang terindah adalah ketika mendengarkan suara mu, hati yang paling bahagia adalah ketika memiliki mu selamanya

Jangan pernah menganggap hal biasa seorang yg memberi perhatian yang tulus padamu, karena akan menjadi sangat luar biasa disaat kamu rapuh dan terjatuh.

biarkan cinta mengalir apa adanya, terdengar indah bagai nada, menjadi obat bagi yang terluka, menjadi penguat yang putus asa, menjadi penerang saat gulita, hadirkan tawa ditengah duka.

Cinta ibarat menggenggam sekuntum mawar, semakin keras kau menggegam, semakin duri menusuk tajam, namun semakin lembut kau memegang, maka semakin mudah sang mawar terbang terbawa angin.

Cinta ibarat api, jika kau jaga dengan indah, maka cinta akan menghangatkanmu, namun jika kau siram dengan cemburu, maka cinta akan membakar dirimu.

Cinta hanyalah tumbuh di taman hati. Hanya hati yang suci yang mampu memupuk cinta sejati, sebagaimana cinta dihatiku... padamu.

Hanyalah para kesatria yang mampu mencintai. Karena cinta adalah melindungi, menaungi, menghargai dan, kesetiaan dan pengorbanan, dan semua itu semua hanya mampu dihadirkan oleh para kesatria.

Pengorbanan cinta seperti indahnya pelangi yang menghiasi langit kehidupan.

Beginilah cinta, deritanya tiada akhir (by Pat Kai)




Semoga kata-kata mutiara cinta romantis terindah tersebut mampu menggairahkan kembali jiwa pecinta anda. Salam Kasih Sayang. With Love in Eternity.


Jumat, 02 Desember 2011

postheadericon BERSIH....BERSIH.....BERSIH.....

Kawan kayanya paling malas dch klau udah dapet piket kelas.udah gitu kebiasaan kita di kelas adalah buang sampah sembarangan. Sikap acuh kita terhadap kebesihan kelas membuat kelas menjadi tak nyaman di pakai belajar,karn banyaknya sampah dimana-mana. Nah,buat para cewek nih biasanya suka buang sampah di bawah meja. Sampai-sampai sampahnya numpuk disitu. Kalau udah nyusun struktur organisasi biasanya pembagian piket kelas. Tapi sayangnya piket kelas enggak pernah berjalan,hanya beberapa orang yang menjalankan tugas piketnya.

Kesadaran diri terhadap pentingnya kebersihan salah satu kunci buat kita agar bisa menjalankan tugas piket saat di kelas. Usahakan saat kita piket adalah kesadaran dari diri kita sendiri, soalnya kalau udah di suruh sama orang lain kan gak enak juga. Biasanya ketika kita gak piket mendapat denda atau sanksi dari ketua kelas. Denda yang diberikan tergantung dari keputusan bersama setelah penentuan piket.

DENDA BIKIN RAJIN……

MALES….Males banget kalau udah bagian jadwal piket. Rasanya pengen pura-pura lupa dech pas bagian piket. Kalau ajah gak ada denda atau sanksi pas enggak piket kayanya setiap minggu kita gak bakalan piket dech. Tepi berhubung ada sisem denda sama sanksi,jadi kita rajin-rajin dech bersihin kelas.

System denda terkadang tidak berjalan lancar hanya hari-hari pertama ajah denda itu berjalan , kesananya system dnda gak di jalankan lagi. Seandainya kalian sadar akan pentingnya kebersihan kelas, tentunya system denda gak bakalan ada. Jadi uang jajan kita aman dech. Hehe

Selain denda biasanya ada juga sanksi yang di berikan buat yang gak piket. Memang sih sanksinya gak begitu berat ,tapi seharusnya itu semua bisa buat kita sadar bertanggung jawab terhadap tugasnya. Saking kurangnya kesadaran diri sebagai pelajar akan pentingnya kebersihn .

TIPS AGAR KELAS TETAP NYAMAN

  • PIKET
Jalankan piket sesuai dengan hari tugasnya. Agar kelas tetap bersih dan kita nyaman saat belajar. Dan kebersihan kelas tetap terkontrol setip hari.
  • DENDA ATAU SANKSI

Berikan denda yang tinggi agar petugas piket pada hari itu lebih memilih piket dari pada denda. Usahakan denda tetap berjalan agar petugas piket dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

  • BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA

Jangan sampai kalian buang sampah sembarangan atau buang sampah di bawah meja. Usahakan buang sampah pada tempatnya agar sampah enggak menumpuk.

  • PENATAAN KELAS

Penataan kelas yang baik bisa membuat kita nyaman saat belajar. Jika perlu tambahkan tanaman di bawah papan tulis agar kelas tampak hijau.

Semoga Bermanfaat yah kawan !!!!!

Rabu, 23 November 2011

postheadericon SAHABAT JANGAN LUPAIN AKU YAH ..!!!!


Sahabat Sejatiku,hilangkah dari ingatanmu


Di hari kita saling berbagi

Dengan kotak sejuta mimpi

Aku datang menghampirimu

Ku perlihatkan semua hartaku

Ku selalu membanggakanmu

Kau pu selalu menyanjungku

Aku dan kamu darah abadi

Demi bermain bersama

Kita duakan segalanya

Merdeka kita,kita merdka

That’s some part from sheila on7 lirik dengan judul “ SAHABAT SEJATIKU”

Bicara tentang sahabat kayanya banyak cerita nih !!

Mulai dari cerita seneng,,,sedih,,marah,,,sayang,,dan yang lainnya..

Dengan sahabat kita bisa punya sejuta cerita dengan berjuta warna.

Tetapi apa sahabat-sahabat kita masih sama seperti yng dulu ?

Cerita sedikit...hehhe

Aku punya bberapa sahabat tetapi mereka sekarang sudah jadi beda. Kalau ada kumpulan gitu,terus aku dateng rasanya dicuekin..jadi gak enak deh pokokya.

BEST FRIEND FOREVER

SAHABAT Adalah anugerah terindah yang kita dapat ,dimanapun,,kapanpun,,sahabat akan selalu menemani kita ...Best Frind Forever ( BFF) tuh orangh yang ada saat senang ,orang yang gak pernah dirrasa direpotin saat di minta bantuan,juga orang yang bisa ngasih kita suport di saat kita terpuruk,gak pernah mint imbalan dan selalu mau ngedengerin semua masalah kita.

Dan BFF buat aku senag,,dan penting karna tanpa mereka gak akan ada yang ngusp air mata dan mmenguatkan raga kita.

Kadang Friend tidak selalu the best pasti selalu ada yang membuat kita keewa,tapi anehnya kita selalu aja tetep deket,dan sahabat tuh penting banget karena buat jaga-jaga di masa depan kalau kita berada dalam kesulitan.

So,,kalau kalian punya temen atau sahabat yang sangat dekat ,SAYANGI MEREKA !!!!!

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.